Dubes Indonesia untuk Suriah Ungkap Fakta Perang Suriah dan Bashar Assad

ArrahmahNews

Senin, 21 Maret 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Ada alasan yang cukup kuat, mengapa Pemerintah Republik Indonesia, hingga saat ini masih menempatkan duta besarnya di Suriah. Padahal, separuh dari 63 kedutaan besar di negara yang dirundung konflik itu, sudah tidak beroperasi.

Menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Suriah, Djoko Harjanto, Suriah, adalah memiliki jasa tak sedikit untuk Indonesia. Ketika Suriah bergabung dengan Mesir dalam Republik Persatuan Arab (RPA), Suriah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. (Baca juga: 22 Pertanyaan Untuk Musuh-Musuh Bashar Assad)

Selain itu, saat muncul persoalan Timor-Timor, dukungan Suriah ke RI, sangat kuat. “Disuruh apa saja untuk mendukung kita, mereka mau,” katanya kepada wartawan Republika, Nashih Nashrullah.

Dalam perbincangan singkat saat kunjungannya ke Tanah Air saat menghadiri seminar internasional ihwal Konflik Suriah dan gejolak Timur Tengah yang dihelat Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) beberapa waktu lalu, pria asal Jawa Tengah ini…

View original post 1,517 more words

Advertisements

Catatan Leadership Seminar Network21 Jakarta

Catatan dari Leadership Seminar kemarin. Sebagai pengingat pribadi.

Sepertinya banyak yang terhenyak melihat rumus 20-40-5 vs 20-5-40*, apalagi dihubungkan dengan orang tua kita, terutama bagi yang masih cukup beruntung beliau-beliau masih ada. Bagi saya, walaupun mungkin pengkhidmatan secara finansial belum dimampukan, setidaknya ini menjadi tamparan keras untuk lebih baik dalam bersikap, dalam mengingat dan mendoakan beliau-beliau dalam keseharian di tengah kesibukan di kantor, terutama di hari-hari senja mereka.

Kembali ke LS, saya perhatikan materi yang diberikan sama sekali tidak berfokus pada membangun bisnis atau menjelaskan produk, malah lebih banyak ke membangun pribadi kita. Sedikit bertanya-tanya kenapa, saat saya melanjutkan membaca buku “The Carpenter” karya Jon Gordon yang sempat terhenti di bab “Semua Untuk Satu” saya temukan alasannya di halaman 191. Saya kutip, “Yang akan kukatakan ini mungkin terdengar aneh karena kita sedang bicara tentang strategi membangun bisnis, tapi kunci dari mengasihi, melayani, dan memedulikan (#LoveServeCare) setiap pribadi adalah ini: jangan berfokus membangun bisnis. Berfokuslah menggunakan bisnismu untuk Mengasihi, Melayani, Peduli dan membangun orang lain. Dengan demikian, bisnismu akan bertumbuh dan berlipat ganda.”

Dan di buku ini juga saya diingatkan pada suatu kutipan yang pertama kali saya lihat di video The 8th Habit Stephen Covey: “We are not human beings having a spiritual experience. We are spiritual beings having a human experience. ~Pierre Teilhard de Chardin” yang artinya “Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman rohani. Kita adalah makhluk rohani yang mengalami pengalaman manusia”. Jelaslah pada akhirnya apa yang kita lakukan di dunia ini hanya untuk Allah Ta’ala semata, dan hanya dengan ridha-Nya kita dapat mencapai keberhasilan dunia dan akhirat.

Dan ini mengingatkan saya pada sebuah hadits: “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR. Bukhari)

Semoga kita senantiasa diberi kesadaran dan kemampuan untuk mengkhidmati orang tua kita. Aamiin.

Note:

*Rumus 20-40-5 vs 20-5-40 adalah rumus 20 tahun orang tua kita mendidik dan membiayai pendidikan kita, 40 tahun mengumpulkan uang dan 5 tahun menikmati hidup atau 5 tahun membangun bisnis dan 40 tahun menikmati hidup. Umur 65 adalah umur rata-rata hidup manusia. Kalau sunnah Rasulullah 63 berarti 20-40-3…

Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Keburukan terbuka juga

ArrahmahNews

Keluarga Al-saudArrahmahnews.com – Salah satu kehebatan negara Saudi adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.

Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada kelompok Islam maupun negeri-negeri Islam untuk mencitrakan mereka sebagai pelayan umat dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain). Akan tetapi, citra seperti ini semakin pudar mengingat sepak terjang keluarga Kerajaan selama ini, terutama persahabatannya dengan AS yang mengorbankan (nyawa, harta dan negara) kaum Muslim.

Orang-orang awam selama ini menjadi korban dari berita-berita penipuan yang sengaja disebarkan oleh para pemuja Kerajaan Arab Saudi. Kaum Muslimin lupa, bahwa yang menjadi penguasa Makkah dan Madinah saat ini adalah Keluarga Kerajaan (Aly Saud) yang mengusung paham Khawarij dan Mujasim, bukan Ahlussunnah. 

View original post 3,192 more words

Kafir? #Islam #CakNun #ThoughtsOfTheDay

QUOTE, EmHa Ainun Nadjib

Cak Nun dengan tegas menguraikan..
“Wis anggaplah aku ini kafir fir…
terus opo hakmu utowo hak wong liyo
terhadap aku…
Iki menyangkut martabat manusia….
Mengenai benar kafir tidak orang itu….
wilayahnya Allah…..
Urusan sesrawung antar manusia …
adalah ojo nuding-nuding wong,…
itu merendahkan dan menyakiti hatinya….
Sedang di dalam Islam ….
sangat dilarang menyakiti hati orang lain….
Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek
Yahudi….
terus kalian mau apa…..
Apakah kalian yakin ….
bahwa saya muslim …
Dari mana kalian tau saya muslim?
Kalau ternyata saya hanya akting?
Kalau darah saya halal….
wis gek ndang dipateni ….
dan okeh sing kudu dipateni….
Allah saja masih memiliki ruang ….
barangsiapa mau beriman maka
berimanlah….
barangsiapa mau kufur…
silakan kufur…..
Maka….
kepada orang yang kita anggap sesat …
atau kufur….
mbok wis didongakke wae …
supaya diberi hidayah oleh Allah…
Jangan dituding-tuding…
Itu menghina martabat manusia…
Musuh kita adalah kesempitan ….
dan kedangkalan berpikir…
koyo JARAN….
Anda semua harus ombo…
dan jembar pikirane….
Harus mengerti kiasan…
dan konteks-konteks….
Makanya…
sebelum omong banyak tentang Islam….
yuk belajar dulu jadi manusia….
Manusia yang manusia itu melu keroso loro
(sakit)…
kalau ada manusia lainnya disakiti
hatinya….
Bahkan kalau kita menyakiti orang lain …
aslinya kita sendiri juga merasa sakit….
Manusia yang jembar dan murni …
itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/
ngroso)…
Rasulullah saja ketika diprotes sahabat …
tentang Bilal yang tak bisa mengucap huruf
Syin….
kok malah dipilih sebagai muadzin…
justru menjawab…
pokoknya …
kalau kalian mendengar dia mengucap sin….
padahal yang harusnya syin….
itu maksudnya syin…..
Itulah kearifan Rasulullah…
Kalau kalian tidak menerima hal ini….
berarti kamu menghina orang celat….
Bisa kualat kita …
semoga #tidakgagalpaham ..
(dikutip dari Quote EmHa Ainun Nadjib )

Starting-Up: Ideation

Padepokan Budi Rahardjo

BR starting-up

Sesi mentoring untuk mahasiswa (SBM ITB) dimulai lagi. Semester ini saya mendapatkan beberapa mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan mereka dalam mengembangkan start “start up”. Tentu saja masih ada mahasiswa mentoring lama saya yang sudah pada fasa berikutnya. Kita ke mahasiswa yang baru memulai dulu.

Langkah awal dalam memulai sebuah usaha – start-up – adalah ide usaha. Ini langkah penting karena menentukan jadi atau tidaknya usaha mereka tersebut. Bagi saya, mereka harus dapat menjawab pertanyaan ini.

1. Masalah apa yang akan dipecahkan oleh start-up Anda?

Sebuah start-up biasanya menjawab sebuah masalah. Tanpa itu, saya tidak tertarik untuk membimbing start-up Anda (karena biasanya tidak berhasil). More on this later on.

Ada banyak usaha yang tidak menjawab pertanyaan di atas, tetapi hanya sekedar ikut-ikutan. Misalnya, Anda membuka sebuah usaha web desain (atau fashion, kuliner, atau apa saja) karena lihat orang lain membuat usaha sejenis dan terlihat berhasil. Yang seperti ini, biasanya…

View original post 439 more words

Tohpati: Land Of Gods (Nusa Dewata) (feat. Shakila)

Dari beberapa hasil pencarian lirik lagu ini, tidak ada yang tepat sesuai lagunya.

So, here’s the exact one:

A land so near, not so very far
The Land of Gods, you are like a star
South of east, west of south
And north of nowhere
I know where you are

I found you there right beside the sea
Your waves were holding the heart of me
I fell in love and found myself sleeping warms
Sheltered by your sky

Nusa Dewata, I hear you singing
Songs that I’ve heard from dreams gone by
Nusa Dewata, I hear you calling
Calling my name as if to say I should be with you

Nusa Dewata, your wind so gentle
Kissing my face with tender breeze
Nusa Dewata, your moon is smiling
Shining on me a light so warm all through the night

I fell in love and found myself sleeping warms
Sheltered by your sky

Nusa Dewata, I hear you singing
Songs that I’ve heard from dreams gone by
Nusa Dewata, I hear you calling
Calling my name as if to say

Nusa Dewata, your wind so gentle
Kissing my face with tender breeze
Nusa Dewata, your moon is smiling
Shining on me a light so warm all through the night

Love for All and Hatred for None “Antara aku dan Ahmadiyah” Oleh : Zulfirmansyah Ry *

Mancia Wanu

Judul tulisan ini, sengaja saya kutip dari kata-kata yang terpampang di tempat pusat dakwah dan perpustakaan jemaah Ahmadiyah di Jogjakarta ketika saya dan para peacemaker di Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia (YIPC) berkunjung kesana. Perjumpaan saya dan Ahmadiyah lewat sesi dialog interfaith pada Youth Interfaith Peacemaker National Confrence 2014 adalah awal dari sebuah langkah mengenal yang berbeda dalam penafsiran terhadap teks suci Tuhan (Al-Qur’an). Seperti yang kita ketahui bersama kehadiran Ahmadiyah di Indonesia yang notabenenya beragama islam yang secara principle keyakinan agak sedikit berbeda. Namun pada tulisan ini saya tidak ingin mengajak kita semua untuk kembali melakukan penghakiman benar atau salah dalam klaim kebenaran (Truth Claim) dan klaim keselamatan (Claim Salvation) serta mempeributkan otoritas kepemilikan surga atau neraka sebagaimana cara keberagmaan kebanyakan orang. Saya hanya ingin berbagi sebuah hasil renungan dan dialog intrafaith dengan mereka.

Pada mulanya ketika bis yang kami tumpangi melaju ke markas besar ahmadiyah…

View original post 885 more words

Historical Ijtema of MKA Tuvalu

Ahmadiyya Muslim Tuvalu

Ijtima32National Ijtema of Majlis Khuddamul Ahmadiyya Tuvalu was held on August 16, 2014 located in Tepuka Islet, Funafuti. It was the first National Ijtema of Majlis Khuddamul Ahmadiyya ever held in Tuvalu. Tepuka islet is one of the islets in the island of Funafuti, the capital of Tuvalu which is uninhabited islet.Actually there are more than 20 islets in Funafuti. Tepuka Islet is one of them which is a beutiful and exotic islet. There is another islet which is well known as well so called Funafala Islaet.  There is an issue in Tepuka Islet  that there is no drinkable water at all. Peoples have to prepare drinking water if they plan to go there or they can drink coconut water. That is the only option that they can get it for drinking. But they have to make sure they can climb the coconut if they want to get it.

View original post 422 more words

Ibu dan Anak, apakah layak mendapatkan prioritas?

Mendengar istri saya bercerita tentang pengalaman dia menunggu di bank BCA untuk membuka blokir ATM cukup menarik. Dia menunggu selama 2 jam untuk melakukan sesuatu yang selesai tidak kurang dari 5 menit. Sebenarnya wajar kalau dia sendiri, masalahnya dia membawa anak yang usianya 2,5 tahun karena kebetulan sedang tidak ada yang bisa dititipi. Untungnya, masih untung, sang anak tidak rewel, hanya saya karena sudah pandai berbicara dia sampai bilang, “Lama amat mih, kita pulang yuk!” Dan karena tidak dapat kursi karena mungkin belum dianggap manusia sepenuhnya (hihi) akhirnya dia duduk duduk di lantai. Sempat buka baju karena kegerahan, foto-foto, (sayang fotonya di hp istri saya), dan leyeh-leyeh di lantai, dll. Istri saya memilih untuk membiarkannya daripada akhirnya jadi rewel dan harus batal antri setelah sekian lama 🙂

Saya hanya ingin mengulas bagaimana seandainya saya berada di sana, sebagai customer service, karena saya bergerak di penyediaan jasa juga. Karena sepertinya seorang ibu yang membawa anak kecil sudah tidak lagi mendapat perhatian dari orang banyak untuk mendapat prioritas pelayanan lebih dulu, baik itu antrian lebih dulu, mendapatkan tempat duduk, atau prioritas yang lainnya.

Seandainya saya ada di sana, melihat ada seorang ibu yang membawa anak sekecil itu, maka saya akan bertanya kepada sang ibu tentang keperluannya menemui customer service. Lalu seandainya keperluannya hanya sebentar, saya akan bertanya kepada orang yang mendapat giliran berikutnya apakah dia memperbolehkan ibu dengan anaknya untuk mendapatkan giliran lebih dulu karena keperluannya hanya sebentar. Seandainya boleh, tentu masalah selesai. Tapi ternyata setelah saya mulai menulis ini, saya menemukan kemungkinan bahwa orang yang mengantri tidak memperbolehkan sang ibu dengan anaknya mendapat prioritas antrian lebih dulu, walaupun waktu layanan yang dibutuhkan hanya sebentar, karena mungkin pikirnya, bisa jadi selanjutnya akan ada banyak ibu-ibu yang membawa anaknya mengantri di bank haha.

Akhirnya saya pun mengganti judul “Customer Service?” menjadi judul yang sekarang ini. Menurut anda, apakah seorang ibu yang membawa anaknya layak mendapatkan prioritas layanan?

ISIS Pecas Ndahe

Ndoro Kakung

Apakah ISIS itu? Saya yakin masih banyak yang belum paham apa sesungguhnya ISIS (Islamic State in Iraq and Syria), bagaimana sejarahnya, bagaimana posisinya di tengah peta dunia Islam, dan sebagainya. Padahal kelompok militan ini sedang jadi buah bibir di mana-mana.

Saya juga tak paham benar tentang ISIS. Lalu mencari-cari ihwal ISIS. Dari linimasa di Twitter saya menemukan video di atas. Paparan dalam bentuk videografis itu bisa menjadi pintu untuk mengenal ISIS lebih baik.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean sudah cukup jelas tentang ISIS?

View original post